A Man From The Star


“Saat aku melihatnya kembali, aku jadi merindukannya. Aku jadi mencari jejaknya dan menunggunya.”

“Kau tak dapat berhenti memikirkannya. Dan rasanya jauh lebih sulit untuk tak memikirkannya. Hingga pada suatu saat, kau tiba-tiba menyadari kalau kau teringat padanya. Dan kemudian kau berpikir, ‘Ahh.. aku sedang memikirkan hal lain sampai aku memikirkannya.’ Dan pada saat itulah rasanya tak sakit lagi.”

“Kau pikir semua orang bisa kelihatan cantik dengan rambut pendek? Sebagian tampang cantikmu itu berasal dari rambutmu.

Min Joon mencemooh ide itu, karena bintang jatuh itu hanyalah batu-batu yang berguguran dan menurutnya hal yang paling konyol dari makhluk Bumi adalah saat mereka membuat harapan pada meteorit.

“Pengacara Jang… Dulu sekali seseorang pernah berkata: selamat tinggal adalah sesuatu yang kaukatakan lebih dulu. Ketika akhir itu tiba, kita tidak akan sempat mengatakan selamat tinggal. Aku sangat berterima kasih. Aku tidak akan melupakanmu.”

“Ibu, dia adalah satu-satunya di alam semesta ini yang aku cintai. Tidak ada orang lain sebelum dia, dan tidak akan ada lagi setelahnya. Walau ia bukan manusia biasa, bagiku ia hanyalah orang yang kucintai.”

“Jangan gemetar atau takut. Kau pernah mengatakan tidak usah bersembunyi jika kita tidak melakukan kesalahan. Jadi, bersikaplah yakin. Do Min Joon-sshi tidak melakukan kesalahan apapun.”

“Kehidupan penghuni bumi jika dilihat dari sisi lain, menyedihkan dan rapuh. Tapi setelah memikirkan kematian, aku menyadarinya. Tidak ada seorangpun yang hidup untuk mati. Yang terpenting adalah bagaimana menjalani hidup ini.”

“Kedengarannya seperti gosip tak berdasar. Jika kau hidup cukup lama, kau akan sering melihat asap yang muncul tanpa adanya api.”

“Apa kau selalu menyukai orang yang pernah menyelamatkanmu?” potong Min Joon semakin emosi. “Jadi mestinya polisi dan pemadam kebakaran bisa memonopoli semua cinta di seluruh penjuru negeri!”

Untuk pertama kalinya, aku menemukan orang kucintai melebihi Ayah. Dari pagi hingga malam, aku ingin melakukan segalanya bersama orang itu.”

“Pepatah Cina mengatakan : Debu dalam hatiku. Yang artinya adalah hatiku sampai berdebu karena merindukan dirimu. Tapi hatinya tak berdebu sedikitpun, apalagi menjadi lapisan debu,”

“Aku belajar dari pengalaman. Aku harus menyembunyikan identitasku agar tak kehilangan seseorang. Maka hari ini, aku memberitahukan identitasku agar bisa lepas darinya. Aku ingin ia meninggalkanku. Dan takut padaku. ”

“Orang hanya berterima kasih untuk sesaat saja. Karena kemampuanku, karena aku berbeda, mereka akhirnya takut denganku. Begitu pula dengan teman lama.”

“Sekali aku membantumu, pasti ada yang kedua dan yang ketiga.” kata Min Joon. “Kau akan meminta lebih banyak bantuan. Dan tidak akan ada hari kau bisa membayar bantuanku. Karena hidup terlalu singkat bagi seseorang untuk menjadi dewasa.”

Tidak peduli kau ingin atau tidak ingin, ikatan akan selalu terjadi. Manusia di bumi menyebutnya takdir.

“Apa kau ingin tahu cara agar tidak disakiti oleh orang lain?” tanya Min Joon. “Jangan menerima atau memberi apapun. Jangan pula mengharapkan apapun. Denganbegitu, kau tidak akan kecewa ataupun tersakiti.”

“Ada saat dimana aku ingin menghentikan waktu untuk selamanya.” ujar Min Joon. “Saat ada kata-kata yang tidak ingin aku dengar.”

“Sering kali aku merasa jatuh tertimpa batu.” ujar Song Yi. “Ada satu manfaat yang dapat kuambil. Aku bisa melihat siapa seseorang. Siapa yang teman dan siapa yang musuh tapi berpura-pura menjadi teman. Jika ada hal buruk yang menimpa, mungkin itu adalah kesempatan yang Tuhan berikan untuk melihat sesuatu yang palsu.”

“Kau lihat keramik ini?” tanya Min Joon. “Cantik bukan? Tidak peduli secantik apapun keramik ini, kau tidak akan pernah melihat kupu-kupu mendatanginya. Sama halnya dengan seekor anak anjing yang lucu tidak akan bisa membuat jantungmu berdebar. Dan pohon pinus yang anggunpun tidak akan bisa membuat jantungmu berdebar.”
“Apa maksudmu?”
“Saat ini, Cheon Song Yi yang ada di hadapanku adalah sebuah keramik, anak anjing dan pohon pinus untukku.” kata Min Joon. “Jadi kau tidak perlu minta maaf atau khawatir mengenai jantungku yang berdebar karenamu.”

“Jika pada tengah malam, kau tiba-tiba merasa amarahmu meledak, berhati-hatilah. Kau akan mengerti rasanya menendang-nendang di udara. Juga, tengah malam kau mungkin ingin meneleponnya karena marah. Tapi jangan lakukan itu. Ingatlah betapa kau membenci hal seperti itu,” kata Hwi Kyung, spesialis patah hati.

“Tapi ada satu hal yang saya khawatirkan. Tubuh manusia terdiri dari yin dan yang, dan lima unsur bumi. Jika salah satu dari unsur tersebut tidak bisa berada dalam keseimbangan yang tepat dengan langit dan bumi, maka hidup tidak bisa dipertahankan. Pada dasarnya alam semesta tidak berbeda dari hidup manusia. Jika energi mengalir dengan baik, kau tidak akan sakit. Sebaliknya, jika energi tidak mengalir dengan baik, kau akan sakit. Tapi dalam tubuh Anda, energi langit dan bumi tidak mengalir. Berapa lama Anda bisa terus mempertahankan keseimbangan di sini? Suatu hari nanti, semua energi Anda akan menurun. Saya berharap Anda bisa kembali ke tempat asal Anda sebelum Anda menjadi lemah.”

“Aku pernah mendengar sebuah teori. Ketika orang melihat orang lain yang berada di posisi yang lebih baik darinya, bukannya ia bertekad untuk naik ke posisi yang sama dengan orang itu, tapi ia malah mengajak orang itu untuk ke neraka bersamanya. Maaf, tapi aku tak akan turun ke neraka kebencian yang kau sedang kau tinggali. Aku tak mau turun ke sana. Jadi berhentilah memintaku untuk turun menemanimu. ”

“Dan aku menyadari, mimpi indah hanya membuatku tak bahagia saat aku bangun. Seharusnya aku tak bermimpi indah sejak awal”

Posted from WordPress for Novia BlackBerry.

2 thoughts on “A Man From The Star

Leave a Reply for Novia

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s