Flower Boy Next Door


“Bagi beberapa orang, cinta seperti tanda kemenangan, Seperti makanan atau piala yang bisa mereka banggakan.
Bagi beberapa orang, cinta adalah proses penantian tanpa akhir dengan sepenuh hati mereka.
Bagi wanita itu, cinta adalah rahasia yang tidak bisa diungkapkan pada orang lain…
bahkan pada dirinya sendiri.”



“Berhenti mengatakan hal itu! 
Semakin pendek waktu kadaluarsanya, 
semakin besar rasa penasaranmu dan 
semakin besar usaha yang kaukerahkan.”




“Awalnya aku juga seperti itu. 
Aku terus bertanya-tanya mengenai dirinya sepanjang waktu. 
Dan rasa penasaran berubah menjadi kekhawatiran. 
Dan kekhawatiran itu membuatku memikirkannya sepanjang waktu. 
Memikirkannya membuatku merindukannya. 
Karena itu…
karena itu, jangan penasaran padanya.”



“Bagi wanita itu, 
terluka adalah bagaikan terjatuh ke air yang dalam. 
Para pengamat yang tidak mengetahui kedalaman luka itu, 
terus bertanya padanya 'mengapa ia tidak bisa menarik dirinya sendiri keluar dari air'. 
Terlalu banyak orang yang terlupa dan mengecilkan luka orang lain. 
Wanita itu tidak ingin mendengar kata-kata kosong. 
Setidaknya dari satu orang….
Dari satu orang itu….”





“Ketika cintamu ditolak oleh orang yang paling kau cintai, 
ketika kau dikhianati orang terdekatmu, 
itulah saat di mana kau mulai merendahkan dirimu sendiri. 
Kau bersembunyi di tempatmu dan menutup hatimu. 
Aku tidak bisa membiarkan orang-orang seperti itu saat aku menemukan mereka.”




“Wanita itu percaya takdir adalah benang yang diam-diam menghubungkan hatinya dengan yang lain. 
Mengikuti benang tak terlihat itu, merasakan getarannya yang terlemah sekalipun, adalah hal yang menghubungkan tiap orang untuk saling merasakan dan mengerti satu sama lain. 
Saat hatinya tiba-tiba tercampur dengan banyak hati yang lain, 
wanita itu mulai merasa tak tenang. 
Jadi takdir, kumohon berhentilah menarik hatiku terlalu kuat…”



“Peraturan adalah batasan yang memihak. 
Aku tidak suka hidup dalam batasan kenyataan. 
Kau bilang game bisa berbahaya? 
Apapun dalam kehidupan ini bisa membahayakan jika kau membiarkannya. 
Komentar merusak dan gosip adalah tanda kurangnya keyakinan diri,”



“Setiap kali melangkah memasuki dunia, 
wanita itu seringkali menjadi tak terlihat. 
Terdorong dan terinjak, di tengah keramaian. 
kurasa ia tak terlihat orang lain. 
Itulah sebabnya wanita itu bersembunyi di kamarnya. 
Kamar kecilnya terasa nyaman baginya seperti sebuah sangkar, terasa nyaman bagi seekor burung yang sayapnya patah. 
Dan di dalam kamar itu, ia bisa bernafas dengan bebas. 
Ia tidak pernah memimpikan dunia di luar sana atau merindukannya.

Setidaknya sampai sekarang….
Setidaknya sampai sekarang….



“Apa yang sebenarnya? Katakan sejujurnya. 
Saat seseorang menanyakan hal itu padanya, ia selalu menutup mulutnya rapat-rapat. 
Kebenaran adalah sesuatu seperti sepotong permen atau coklat saat bungkusnya dibuka. 
Sama seperti kulit dibutuhkan untuk melindungi daging dan darah di bawahnya.
sebuah kebohongan diperlukan untuk menutupi kebenaran. 
Daripada tetap jujur dan memperlihatkan seluruh lukanya, memasang senyum cerah di wajahnya 
dan berbohong terasa lebih aman baginya,” 



“Orang yang berpikir kebahagiaan adalah sesuatu yang selalu berada dalam jangkauan mereka, 
aku bertanya-tanya seberapa besar kebahagiaan mereka? 
Wanita itu selalu gugup saat ia mendapati dirinya terlalu bahagia. 
Baginya, kebahagiaan seperti gelembung sabun yang biasa kita mainkan saat kita masih kecil. 
Saat ia menyentuh gelembung yang membawa cahaya pelangi di sekitarnya, 
gelembung itu pecah. 
Wanita itu menyerah di depan kebahagiaan 
bahkan sebelum mengulurkan tangan untuk menjangkaunya,”



“Mulut wanita itu seperti keran rusak di desa gunung. 
Tidak ada satupun yang terucap saat diperlukan. 
Seperti keran rusak yang hanya bekerja dalam keheningan malam. 
Setiap kata yang tak mampu ia ucapkan pada saat itu, 
tercurah keluar setelah waktu berlalu. 

Lain kali aku akan memastikan merespon seperti ini : ***
wanita itu selalu mengatakan kalimat yang paling mengesankan saat ia sendirian di kamarnya"



“Suara orang mengetuk pintu. 
Suara dering telepon. 
Bunyi interkom. 
Suara seseorang memanggil namaku.”
adalah hal yang ku benci
karena....

“Karena itu artinya aku harus menghadapi seseorang.”

walaupun aku tau bahwa aku tidak bisa menjalani hidup tanpa menghadapi orang lain. 
tetapi aku mulai membenci bertemu orang lain sejak kejadian itu...... "




Matikan pemanas dan air sesering mungkin. 

Jika air panas dimasukkan ke dalam botol lalu dibungkus dengan handuk, maka air itu akan tetap panas untuk waktu yang sangat lama. 
Setelah dingin air itu jangan langsung dibuang, melainkan digunakan untuk menggosok gigi, mencuci muka dan mencuci baju.

Sebaiknya jangan menggunakan air yang mengalir langsung dari keran, tapi gunakan baskom. 

Mencuci dengan tangan lebih menghemat air dan listrik.

jangan gunakan teko listrik untuk memasak air, gunakanlah kompor. 

Jangan langsung membuang air yang telah dipakai, gunakan untuk menyiram toilet.

Dan juga, selalu cabut kabel peralatan elektronik yang tidak digunakan. 
Teko listrik dan selimut listrik, semua yang mengeluarkan panas, menyebabkan tagihan membengkak. 
Gunakan rice cooker untuk memasak nasi tapi tidak untuk menghangatkan. 

Kurangi penggunaan pemanas ruangan, kenakan jaket musim dingin agar tetap hangat (biasanya jaket ini hanya dikenakan saat keluar rumah). 
Pastikan tidak ada udara berlebihan masuk ke dalam rumah. 
Menutupi celah-celah bisa sangat membantu.

jangan sering membuka atau menutup kulkas, makanan didalamnya akan cepat busuk dan tagihan membengkak.

saat makan, jangan berjalan jalan dalam rumah, nanti rempah rempahnya mengotori lantai


“Seberapa rapuh dan menakutkan cinta yang tak berbalas? 
Walau cinta tak berbalas selalu mendapatkan jalan masuk, 
begitu cinta itu terjebak di dalam, 
ia tak bisa mendapatkan jalan keluar. 

Walau aku yang pertama kali memulainya, 
jika ia pergi dari pandanganku pada suatu hari tanpa sepengetahuanku, 
cinta itu akan berakhir begitu saja tanpa tujuan. 
Tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berbunga, 
cinta yang tidak akan pernah berbuah…
seperti sebuah benih yang terlupakan. 
Itu adalah cinta tak berbalas, a.k.a cinta bertepuk sebelah tangan

One thought on “Flower Boy Next Door

Leave a Reply for Novia

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s