PENGANGGURAN


  • Definisi Penggangguran

 

Pengangguran adalah kondisi dimana seseorang tidak bekerja, padahal ia masuk kedalam angkatan kerja dan memeang ingin mencari pekerjaan. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya serta keterampilan dari tenaga kerja yang masih minim dan tidak mampu dipenuhi oleh tenaga kerja dalam dunia kerja. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Pengangguran merupakan “kesempatan yang timpang yang terjadi antara angkatan kerja dan kesempatan kerja sehingga sebagian angkatan tidak dapat melakukan kegiatan kerja”.

 

  • Jenis-jenis Pengangguran

 

Secara umum terdapat 3 jenis pengangguran berdasarkan factor-faktor yang menimbulkannya, yakni :

 

  1. Pengangguran cyclical (konjungtur) adalah kondisi dimana seseorang tidak bekerja yang terjadi akibat perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. Pada waktu kegiatan ekonomi mengalami kemunduran, perusahaan-perusahaan harus mengurangi kegiatan memproduksinya. Dalam pelaksanaannya, hal itu berarti jam kerja dikurangi, sebagian mesin untuk memproduksi tidak digunakan dan sebagian tenaga kerja diberhentikan. Dengan demikian, kemunduran ekonomi akan meningkatkan jumlah dan tingkat pengangguran.

Tenaga kerja akan terus bertambah sebagai akibat dari masuknya tenaga kerja yang baru yang diakibatkan oleh pertambahan jumlah penduduk. Apabila kemunduran ekonomi terus berlangsung, atau kegiatan perekonomian mulai berkembang tetapi perkembangan tersebut sangat lambat dan tidak dapat menyerap pertambahan tenaga kerja, pengangguran konjungtur akan menjadi lebih serius. Ini berarti untuk mengatasi pengangguran konjungtur bukan saja kebijakan ekonomi untuk meningkatkan kegiatan ekonomi untuk mengatasi pengangguran yang diakibatkan oleh kemunduran kegiatan ekonomi, tetapi harus pula berusaha untuk menyediakan kesempatan kerja untuk tenaga kerja baru yang memasuki pasar tenaga kerja. Pengangguran konjungtur hanya dapat dikurangi atau diatasi masalahnya apabila pertumbuhan ekonomi yang terjadi setelah kemunduran ekonomi adalah cukup teguh dan dapat menyediakan kesempatan tenaga kerja yang baru yang lebih besar dari pertambahan tenaga kerja yang terjadi.

 

  1. Pengangguran struktural adalah perubahan struktur dan kegiatan ekonomi sebagai akibat perkembangan ekonomi dapat menimbulkan masalah pengangguran. Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi selalu diikuti oleh perubahan struktur dan corak kegiatan ekonomi. Perkembangan perekonomian dalam jangka panjang, misalnya, akan meningkatkan peranan sektor industri pengolahan dan mengurangi kegiatan pertambangan dan pertanian juga industri-industri rumah tangga dan industri kecil-kecilan akan mengalami kemunduran dan digantikan oleh kegiatan industri yang menghasilkan barang yang sama tetapi menggunakan teknologi yang canggih.

Ada 2 hal yang dapat menyebabkan terjadinya pengangguran struktural, yakni (1)sebagai akibat dari kemerosotan permintaan, atau (2)sebagai akibat dari semakin canggihnya teknik memproduksi. Faktor yang kedua memungkinkan suatu perusahaan menaikkan produksi dan pada waktu yang sama mengurangi pekerja. Pengangguran ini diakibatkan oleh kemajuan teknik memproduksi yang dinamakan pengangguran teknologi.

Salah satu contoh dari pengangguran struktural yang diakibatkan oleh kemerosotan permintaan adalah pengangguran yang berlaku di kalangan tukang jahit dan tukang sepatu tradisional sebagai akibat dari perkembangan industry garmen dan sepatu modern. Para konsumen lebih suka membeli baju dan sepatu siap pakai, dan tidak lagi memesan ke tukang jahit dan tukang sepatu. Mereka menghadapi masalah kekurangan permintaan dan lebih banyak menganggur daripada bekerja.

 

  1. Pengangguran Friksional/normal adalah apabila dalam suatu periode tertentu perekonomian terus menerus mengalami perkembangan yang pesat, jumlah dan tingkat pengangguran akan menjadi semakin rendah dan pada akhirnya perekonomian dapat mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh, yaitu apabila pengangguran tidak melebihi dari 4 %. Pengangguran normal bukanlah wujud dari ketidakmampuan mencari pekerjaan. Ia berlaku sebagai akibat dari keinginan untuk mencari kerja yang lebih baik. Apabila perekonomian mencapai masa kemakmuran dan tingkat pengangguran adalah sangat rendah, para pengusaha akan menghadapi kesulitan untuk memperoleh pekerja baru untuk lebih meningkatkan lagi kegiatan memproduksinya. Keadaan seperti ini akan menimbulkan beberapa perubahan dalam pasaran tenaga buruh. Salah satu keadaan yang akan timbul adalah para pekerja di kegiatan-kegiatan yang cepat berkembang akan menuntut kenaikan gaji. Di samping itu, akan didapati pula keadaan dimana segolongan tenaga kerja – buruh kasar maupun tenaga ahli dan tenaga professional – akan meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari pekerjaan baru yang lebih baik masa depannya dan memberikan pendapatan yang tinggi. Di dalam proses mencari kerja yang lebih baik tersebut adakalanya mereka harus menganggur. Akan tetapi, pengangguran ini tidak serius karena ia bersifat sementara.

 

Ketiga dari jenis pengangguran di atas digolongkan sebagai pengangguran terbuka, yakni dalam periode dimana tenaga kerja menganggur mereka tidak melakukan sesuatupun pekerjaan. Di samping itu, di negara berkembang seperti negara kita terdapat beberapa bentuk pengangguran lain, yaitu :

 

  1. Pengangguran tersembunyi
  2. Pengangguran musiman
  3. Pengangguran setengah menganggur

 

  • Dampak Buruk Pengangguran

 

Kebanyakan ahli-ahli ekonomi berpendapat bahwa pengangguran struktural dan pengangguran normal bukanlah masalah yang perlu dirisaukan. Mereka berpendapat pengangguran tersebut timbul sebagai akibat dari berlakunya pertumbuhan ekonomi. Pengangguran normal terutama wujud sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi yang teguh yang mampu meminimumkan tingkat pengangguran dalam perekonomian. Pertumbuhan ekonomi yang cepat mengakibatkan pula perombakan dalam struktur kegiatan ekonomi dan meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih canggih. Dengan demikian, pengangguran normal dan pengangguran struktural merupakan pengangguran yang tak dapat terelakkan.

Pengangguran yang lebih serius masalahnya dan yang menimbulkan berbagai akibat buruk kepada perekonomian dan masyarakat adalah pengangguran konjungtur. Pertumbuhan ekonomi yang lambat, yang diselang-selingi dengan kemunduran ekonomi (resesi) akan menambah jumlah dan presentasi pengangguran. Keadaan kekurangan kesempatan kerja dan kelesuan kegiatan produksi dan perdagangan akan lebih nyata kelihatan. Pengangguran konjungtur yang serius akan menimbulkan beberapa akibat buruk ke atas kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Untuk tujuan analisis, akibat buruk dari pengangguran akan dibedakan kepada 2 aspek :

 

  1. Akibat buruk ke atas perekonomian. Hal ini dapat dibedakan menjadi 3, yakni (1)Pengangguran menyebabkan masyarakat tidak memaksimumkan tingkat kemakmuran yang mungkin dicapainya, (2)Pengangguran menyebabkan pendapatan pajak pemerintah berkurang, (3)Pengangguran tidak menggalakkan perekonomian.

 

  1. Akibat buruk atas individu dan masyarakat. Hal ini dapat dibedakan menjadi 3 juga, yakni (1)Pengangguran menyebabkan kehilangan mata pencaharian dan pendapatan, (2)Pengangguran dapat menyebabkan kehilangan keterampilan, (3)Pengangguran dapat menimbulkan ketidakstabilan social dan politik

 

  • Pengangguran di Negara Berkembang :

 

  1. Pengangguran tersembunyi.

Apabila dalam sesuatu kegiatan perekonomian jumlah tenaga kerja sangat berlebihan pengangguran tersembunyi atau pengangguran tak kentara dapat berlaku. Sebagai akibat dari kelebihan tenaga kerja tersebut, sebagian tenaga kerja dapat dipindahkan ke kegiatan ekonomi lainnya tanpa mengurangi tingkat produksi di kegiatan yang pertama. Kelebihan tenaga kerja dan pengangguran tersembunyi di sektor pertanian banyak berlaku di negara-negara berkembang. Dengan demikian, sebagian dari tenaga kerja yang berada di sektor pertanian adalah tidak produktif dan dapat dipindahkan ke sektor lain tanpa mengurangi produksi di sektor pertanian.

 

 

 

  1. Pengangguran musiman.

Bentuk pengangguran lain yang sering kali terjadi di sektor pertanian di negara-negara berkembang adalah pengangguran musiman. Pengangguran musiman adalah kondisi dimana seseorang tidak bekerja yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun.

 

  1. Pengangguran setengah menganggur.

Pengangguran setengah menganggur adalah kondisi dimana seseorang hanya bekerja yang jam kerjanya jauh lebih rendah dari jumlah jam kerja yang seharusnya dilakukan pekerja. Masalah pengangguran ini banyak dijumpai pada sektor formal.

 

  1. Pengangguran sukarela-tak sukarela.

Tidak semua penduduk yang berada dalam lingkungan umur bekerja tergolong sebagai angkatan kerja. Mahasiswa, pelajar, ibu-ibu rumah tangga tidak digolongkan ke dalam angkatan kerja walaupun berdasarkan umur, mereka dapat digolongkan sebagai angkatan kerja. Golongan penduduk ini disebut pengangguran sukarela. Dalam teori ekonomi, pengangguran sukarea dapat didefinisikan sebagai penduduk dalam usia-kerja yang tidak mencari pekerjaan pada suatu tingkat upah tertentu.

Apabila pada suatu tingkat upah tertentu tenaga kerja secara aktif mencari kerja, tetapi mereka tidak dapat memperoleh kerja, tenaga kerja ini pengangguran sukarela dan tak sukarela dapat dengan jelas digolongkan sebagai pengangguran tak sukarela atau pengangguran terpaksa. Perbedaan di antara dipahami apabila kedua-duanya ditunjukkan dalam suatu grafik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam gambar kurva DL menggambarkan permintaan ke atas tenaga kerja, sedangkan SL menggambarkan penawaran tenaga kerja. Kurva DL yang menurun dari kiri-atas ke kanan-bawah menggambarkan bahwa apabila tingkat upah tinggi, permintaan tenaga kerja sedikit; dan semakin rendah tingkat upah, semakin banyak permintaan tenaga kerja. Kurva SL yang menaik dari kanan-bawah ke kiri-atas menggambarkan bahwa semakin tinggi upah, semakin banyak tenaga kerja yang ditawarkan. Garis tegak N menggambar jumlah penduduk yang tergolong kepada penduduk dalam usia kerja, yaitu penduduk berumur lebih dari 15 tahun tetapi kurang dari 65 tahun.

Apabila tingkat upah fleksibel, mekanisme pasar di pasaran tenaga kerja akan menyebabkan keseimbangan di antara permintaan dan penawaran, yaitu seperti yang digambarkan oleh titik E. Dengan demikian, mekanisme pasar di pasaran tenaga kerja akan menyebabkan tingkat upah mencapai Wo dan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan mencapai sebanyak Lo. Perbedaan di antara N dengan Lo dinamakan pengangguran sukarela. Dalam keseimbangan ini tidak terdapat pengangguran tak sukarela.

            Ahli-ahli ekonomi Klasik berpendapat pasaran tenaga kerja adalah pasaran persaingan sempurna. Dalam pasaran seperti ini, tingkat upah ditentukan oleh keadaan permintaan dan penawaran tenaga kerja; upah akan ditentukan oleh keseimbangan di antara permintaan dan penawaran. Dengan demikian, berdasarkan kurva di atas, tingkat upah adalah Wo dan sebanyak Lo tenaga kerja akan digunakan dalam perekonomian. Dalam perekonomian, hanya terdapat pengangguran sukarela, pengangguran tak sukarela tidak wujud. Dengan perkataan lain, berdasarkan pada keyakinan bahwa pasaran tenaga kerja adalah pasaran persaingan sempurna, ahli-ahli ekonomi Klasik berpendapat bahwa tingkat penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu berwujud dalam perekonomian.

Keynes berpendapat bahwa pasaran tenaga kerja bukanlah persaingan sempurna. Dalam perekonomian yang modern, serikat-serikat buruh sangat besar peranannya dalam menentukan tingkat upah. Misalnya interaksi di antara serikat buruh dan majikan menentukan tingkat upah dalam perekonomian W. Pada tingkat upah ini, para majikan hanya menggunakan L1 tenaga kerja. Pada tingkat upah ini sebanyak Lz menawarkan dirinya untuk dipekerjakan. Dengan demikian, sebanyak L1Lz tenaga kerja menawarkan diri untuk bekerja, tetapi mereka tidak mendapat lowongan kerja. Golongan tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan ini dinamakan pengangguran tak sukarela. Pengangguran sukarela pada tingkat upah sebanyak W adalah L2N.

Leave a Reply for Novia

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s