17 years of Love Song


 

Cherryne, apa kamu melihat ini juga?

Hei Cherryne, apa kamu masih ingat?

 

Maumere, tahun 2008. a whole new world.

Saat itu, aku hanya berumur 15 tahun. Orang tuaku memutuskan untuk bercerai, dan aku harus memilih satu di antara mereka. Aku memilih mama karena dia sudah tidak memiliki siapapun lagi. Kakek dan nenek sudah meninggal, dan rumah ini adalah warisan mereka. Saat itu, aku benar-benar tidak menyangka kalau kampung ini adalah tempat semua kehidupanku akan di mulai.

Saat itu, aku berpikir kalau hidupku akan sangat membosankan, seperti kampung ini. Tapi ternyata, aku salah. Aku salah besar.

 

Kami hanya 16 tahun saja saat pertama kali bertemu. Inilah awal pertemuanku dengan seorang gadis yang tak pernah ku sangka akan menjadi bagian dalam hidupku. Seorang gadis bernama Cherryne.

 

Memories.

Saat itu, mungkin ku harap Cherryne ada di sana, duduk di kursi gereja seperti kemarin.

 

May i?

Pertemuanku dengan gadis bernama Cherryne membuatku bisa berhenti memikirkan masalahku sejenak. Saat itu, aku tak pernah merasa takut akan waktu yang terus berjalan. Tanpa berpikir bagaimana hidup kami selanjutnya, aku tak pernah benar-benar memanfaatkan waktu itu.

Hei Cherryne, maukah kamu memaafkanku?

Saat itu, aku berumur 17 tahun. Dan selama beberapa hari ini, padang ilalang itu seperti memanggilku. Angin yang bertiup dari sana seolah membawa harum seorang gadis yang ku kenal.

Aku sudah lupa kapan terakhir kali bernyanyi bersama di gereja terasa semenyenangkan waktu itu. Aku tak pernah menyangka akan bisa bernyanyi lagi di gereja ini, dengan seorang yang sama sekali tidak beragama kristen pantekosta sebelumnya.kampung yang tadinya kuremehkan ini sekarang seolah berubah menjadi sebuah tumpat yang magis bagiku.

Hei Cherryne, apa kamu tahu siapa yang membuatnya begitu?

 

 

 

Angel on wheels.

Saat itu, aku belum menyadari, kalau yang ku lihat bukan sesosok gadis berseragam SMA, tapi seorang titisan malaikat.

 

Trust me.

Cherryne, saat itu, aku mengatakan satu hal yang tanpa ku sadari akan menjadi satu permintaanku kepada Tuhan. Tahukah kamu apa permintaanku?….

 

Peluk aku, jangan lepaskan

Aku tak bisa tanpa dirimu

Dekap aku, agar tetap hangat

Biarkan aku merasakanmu

Seharusnya aku membuatmu bahagia

Dan tak pernah membuatmu menangis

Karena hanya kaulah yang bisa

Menghapus segala sedihku

Karena hanya kamulah yang bisa

Membuatku jadi diriku sendiri

Karena hanya kamulah yang bisa

Menjagaku dari ketakutanku

Hanya dirimu

 

Saat aku jatuh, kau disini

Membantuku berdiri kembali

Saat aku butuh, kau disini

Menjagaku dengan segenap hati

Aku tak akan membuatmu menangis lagi

Dan aku berjanji akan membuatmu bahagia

Sebahagia diriku bersamamu

 

Saat itu, aku merasa hanya ada kita berdua didunia yang luas ini. Aku bisa merasakan detak jantungmu di punggungku.

Aku bisa merasakan hembusan lembut nafasmu. Aku ingin waktu terhenti, tapi detik terus berjalan.

Cherryne, maafkan aku yang tak pernah sadar kalau waktu takkan berhenti untuk kita.

Setelah itu, mamaku terisak hebat, membuat aku memeluknya. Malam itu banyak hal yang tak ku mengerti. Apa yang membuat orang tua Cherryne dan orang tuaku melarang kami bertemu lagi. Aku tak mengerti. Tapi Cherryne, satu hal yang aku mengerti. Aku tak bisa menjauh darimu, seperti apapun aku berusaha.

 

Here on earth.

Cherryne, ayahmu pernah mengatakan lita berbeda dunia. Tapi aku sama sekali tak pernah merasakannya. Apa kamu pernah merasakanya?

Cherryne, apa kau ingat saat itu? Saat aku mengatakan kita ada di dunia yang sama? Itu juga berlaku untuk seberapapun jauh jarak memisahkan kita.

Selama kita bernafas di udara yang sama, berpijak pada tanah yang sama, dan di bawah langit yang sama, seberapapun jauh jarak yang memisahkan, kita tetap ada di dunia yang sama.

Cherryne, tidakkah kamu berpikir begitu?

Cherryne, saat itu, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Sampai sekarangpun, kita masih tidak tahu. Kalau aku bisa kembali kemasa lalu, aku akan kembali ke masa itu. Masa pada saat aku memegang pengeras suara di tengah gereja, meminta maaf karena semua orang telah mengkhawatirkan dirimu. Saat itu, aku adalah orang yang berani.

Tapi Cherryne, maafkan aku karena akan mengecewakanmu.

 

Way of life.

Cherryne, kalau saja aku tahu apa yang kamu rasakan saat itu, aku pasti akan menemanimu.

Cherryne, saat itu aku masih belum menyadari, kalau kau adalah alasan satu-satunya alasan mengapa aku berat meninggalkan kampung itu. Saat itu, aku hanyalah seorang anak muda yang belum mengenal cinta dan hanya memikirkan cita-cita.

Cherryne, maafkan aku karena telah meniggalkanmu.

 

No goodbye.

Cherryne, saat itu aku begitu yakin akan bertemu lagi denganmu sehingga tak merasa perlu menemuimu sebelum aku pergi. Aku memang bodoh, Ryne.

Aku memang bodoh.

 

Kidung Cinta….

Kasih, apakah kau tahu?

Mataku tak bisa terpejam saat malam

Tak bisa memikirkan yang lain

Hanya dirimu

Kasih, tidakkah kau tahu?

Semua tentangku hanya dirimu

Aku ingin pergi ke tempat

Dirimu berada

Aku mendengarmu bertanya,

“mengapa aku?”

 

Pertemuan ini adalah takdir

Tidakkah kau pikir begitu?

Kita menangis, kita tertawa

Berdua menatap masa depan bersama

Tak sedetikpun Aku ingin tinggal

Di dunia yang tak ada dirimu

Kasih, apakah kau tahu?

Betapa aku merindukanmu

Semesta seperti bersatu membuatku

Teringat padamu

 

Kasih, tidakkah kau tahu?

Pertanyaanmu tentang apa yang abadi

Sekarang aku tahu jawabnya

Itu adalah tentangmu

Aku mendengarmu bertanya,

“mengapa begitu?”

 

Berapa kalipun kau tanya padaku

Jawabnya akan tetap sama

Itu semua karena…

Aku mencintaimu

 

 

Cherryne, saat itu aku baru menyadari bagaimana perasaanmu saat aku pergi karena aku merasakanya juga. Kidung cinta yang kau tulis lebih seperti perasaanku padamu.

Aku memang pernah berpikir untuk pergi, tapi aku tak pernah berpikir kalau kita tak akan bertemu lagi. Tapi cherryne, beberapa orang mengatakan, kalau kita memiliki keinginan kuat yang benar-benar tulus dari hati, seluruh alam semesta akan membantumu mendapatkannya.

Cherryne, apa kamu juga pernah berpikir begitu?

 

Makassar, tahun 2013. Destiny.

Cherryne, selama 5 tahun, aku yakin kita masih berada di dunia yang sama. Tapi, dimana kau berada? Apa yang sedang kau lakukan? Apakah… kau baik-baik saja?

Cherryne, ada yang mengatakan hanya takdir atau hal yang lebih hebat dari itu yang bisa mempertemukan kita.

Apa kau percaya dengan takdir? Aku percaya.

Cherryne, saat itu aku berpikir, hari itu adalah hari ketika keajaiban terjadi. Tapi kemudian, aku sadar, kalau itu bukanlah keajaiban. Itu dalah takdir.

 

Lost moments.

Cherryne, tahukah kau apa yang paling ingin ku lakukan saat itu? Mengusap airmata di pipimu….

Cherryne, saat itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu berada di sampingmu. Menemani sepimu.menghapus airmatamu. Menjadi kekuatanmu.

Hei cherryne, apa aku berhasil melakukannya?

Cherryne, apa kau tahu? Mendengar tawamu lagi setelah 5 tahun tidak mendengarnya, membuatku kembali ingat seperti apa rasanya bahagia.

Cherryne, hatiku selalu sakit tiap kali tidak mendengar kabarmu. Tidak tahu apa-apa tentangmu adalah hal yang paling tidak ingin ku lalui lagi.

Cherryne, sudah sejauh ini aku mengejarmu dan aku tak akan pernah melepasmu lagi.

 

 

Where we belong.

Cherryne, ingatkah kau pada hari itu? Itu adalah hari aku memarahimu untuk pertama dan terakhir kalinya.

Tapi cherryne, aku akan melakukan apapun untuk meyakinkanmu bahwa kita di dunia yang sama.

Cherryne, apa kamu tahu, dimana tempat paling baik untuk kita?

Jawabanya adalah di satu sisi satu sama lain.

 

Lovers.

Cherryne saat itu, aku tak ingin kau terkena flu. Aku tidak ingin kau terus-terusan ada di luar ruangan. Aku ingin menjagamu tetap hangat. Aku ingin kau hanya menyusahkanku dan bergantung padaku.

Cherryne, apa aku terlalu egois?

Cherryne, ada yang mengatakan alasan-alasan mengapa 2 orang tidak bisa di satukan dalam ikatan pernikahan. Tapi cherryne, entah mengapa aku tak bisa menerima alasan itu begitu saja. Memang mengapa kalau kita masih muda? Memang mengapa kalau kita belum bekerja? Cherryne, anggap aku bodoh.

Tapi, si bodoh ini mencintaimu…

Cherryne, aku ingat, malam itu aku berlari seolah tak ada hari esok. Aku berlari menuju cahaya. Aku berlari menuju masa depan. Aku berlari menuju dirimu.

Cherryne, apa kau tahu? Malam itu. Saat aku memelukmu, aku tahu aku telah melakukan hal yang benar. Aku pikir, saat itu aku melakukan hal yang benar. Maafkan aku, cherryne.

Maafkan aku.

 

Tears that will never stop.

Cherryne, malam itu, aku seperti tak bisa menahan diriku sendiri. Semalaman aku terus membangunkan orang, menelpon semua yang ku kenal untuk memberi tahukan bahwa kita akan memiliki bayi. Aku terlalu bahagia, juga terlalu bodoh untuk menyadari apa yang terjadi.

Maafkan aku, ryne.

Cherryne, saat itu, aku belum menyadari apa arti kelakuanmu dan kata-katamu. Aku yang tak peka menganggap hari itu hari yang sama dengan sebelumnya.

Andai saja aku tahu, aku akan mengatakannya kalau aku benar-benar mencintaimu.

Cherryne, saat itu, aku hancur. Aku benar-benar hancur dan tak bersisa. Isi kepalaku hanya tentang dirimu dan tak ada yang lain. Cherryne, aku begitu mencintaimu sampai rasanya menyakitkan.

 

Happiness smile.

Cherryne, saat itu, kata-kata novie terasa seperti seribu pisau yang menusuk hatiku secara bersamaan. Aku bahkan mengatakan hal-hal yang segera ku sesali seumur hidupku.

Cherryne, maukah kau memaafkanku?

Cherryne, karena kau meninggalkanku saat mengantarkanya, aku sudah membencinya, bahkan sebelum sempat mengenalnya. Tapi cherryne, aku benar-benar menyesal. Anak ini, anak yang kau lahirkan ini, seperti malaikat pengganti yang telah Tuhan kirimkan untukku.

Cherryne, terima kasih karena telah melahirkannya.

Cherryne, ingatkah kau, saat aku mengatakan selama kita bernafas di udara yaang sama, berpijak pada tanah yang sama, dan ada di bawah langit yang sama, kita ada di dunia yang sama? Saat ini, kau sudah tidak memenuhi persyaratan itu.

Tapi cherryne, apa kau juga masih ingat aku pernah mengatakan kalau dirimu adalah kasus spesial?

Dalam hal ini, dimanapun kau berada, seberapapun jauh jarak memisahkan kita, kita tetap berada di dunia yang sama.

Aku yakin itu.

Cherryne, akhirnya sekarang aku mengerti perkataanmu dulu, kalau kadang orang harus kehilangan sesuatu dulu untuk menyadari arti sesuatu yang lain. Aku senang kita bertemu.

Terima kasih karena sudah mencintaiku.

Cherryne, tak terasa, sudah 17 tahun sejak pertemuan kita. Selama itu pula, aku terus menyanyikan kidung cinta.

Hei cherryne, memang kita sudah mengenal selama 17 yahun. Tapi satu hal yang pasti….

 

CINTA INI UNTUK SELAMANYA

 

 

 

 

Leave a Reply for Novia

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s