Teori Keadilan Distributif


Berdasarkan prinsip Prinsip Material disusun tiga keadilan distributif, yaitu :

  • Teori Egalitaris memakai Prinsip material yang pertama yaitu prinsip sama rata sama rasa ; prinsip ini sekaligus merupakan semboyan dari aliran egalitaris melawan prinsip material ini, keputusan bisnis dianggap tidak adil.

    Aliran egalitaris ini mendasarkan pandangannya bahwa manusia memiliki martabat yang sama. Tidak ada manusia kelas satu atau kelas dua.
    Maka keadilan adalah apabila manusia diperlakukan sama.

    Dalam hal tertentu, khususnya dalam konteks ekonomi (nilai ekonomis). Teori teori egalitaris sangat sulit diterapkan karena manusia memiliki perbedaan dalam hal :
    1. Intelegencia
    2. Keterampilan skill
    Kedua hal ini sangat mempengaruhi manusia didalam menciptakan nilai ekonomis pekerjaaNnya.

    Pernah di Prancis diberlakukan sistem egalitaris didalam sistem penggajian yaitu pada koran atau surat kabar liberation oleh Jean Paul Sarte. Namun orang ini hanya berlangsung beberapa tahun dan mengalami kebangkruttan karena ditinggal oleh karyawannya.

    Di Denmark menerapkan sistem pelayanan egalitarian dalam bidang kesehatan dan sistem ini masih berjalan sampai sekarang.

    Pandangan kaum egalitarian memberikan juga inpirasi pada penerapan pemerataan pendapatan, misalnya : UMR atau UMP.
    Disamping itu pula pandangan egalitarian memberikan dasar pada pemberian tunjangan hari raya yang sama.

    Pada kenyataannya aliran egalitarian sangat mengurangi kesenjagan sosial di masyarakat melalui sistem pajak berganda.

  • .

  • teori Sosialis sosialisme.
    Teori sosialis berfokus pada kebutuhan dasar manusia (sandang , pangan, papan). Ekonomi baru dikatakan adil apabila semua kebutuhan dasar warga, keluarga terpenuhi dengan cukup.

    Sistem teori sosialis ini banyak dipraktekkan dalam negara sistem komunistis (bersama) ; fokusnya adalah hanya pada kebutuhan dasar manusia.

    Keberatan yang muncul adalah orang tidak termotivasi dalam kerjaNya ; orang cenderung malas ; pekerjaan dibagikan oleh negara ; orang bekerja tidak sesuai dengan keahliannya dan kemampuannya (tidak sesuai dengan profesinya).

    Positifnya ialah kesenjangan sosial berkurang

  • teori liberalis Liberalisme.
    Teori ini menolak pembagian menurut kebutuhan sebagai tindakan yang adil.
    Pembagian menurut kebutuhan justru tidak adil karena manusia adalah makluk bebas.

    Kita harus membagi secara adil karena manusia adalah makluk bebas. Kita harus membagi secara adil menurut usaha.
    Usaha bebas yang dilakukan setiap individu yang bersangkutan. Yang tidak berusaha tidak memperoleh hak memperoleh sesuatu.

    Sikap benalu atau free-rider sangat tidak etis jika diterapkan dalam bidang ekonomi.
    Teori liberalis sangat mengakui hak, usaha, kontribusi, jasa dan akan tetapi teori keadilan liberalis dapat menjadi negatif khususnya terhadap orang cacat fisik dan mental ; pengangguran yang terpaksa. Selain itu teori liberalistis juga dapat menyebabkan kesenjangan sosial dalam bidang ekonomi.
    Misalnya : monopoli, oligopoli.

    Dipihak lain teori liberalistis memberi pengaruh positif yaitu sikap inovatif, kreatif dan meningkatkan kualitas lewat persaingan yang fair.

  • Posted from WordPress for BlackBerry Novia.

    Leave a Reply for Novia

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s