PERANTI PERANTI DIKSI


Peranti peranti Diksi

Peranti diksi Berdenotasi dan berkonotasi;

denotasi adalah kata yang tidak mengandung makna tambahan, sehingga makna itu menunjukkan makna yang sebenarnya.

Kata lain denotasi adalah denotative, denotasional, kognitif, konseptual, ideasional, referensial, proporsional.

Contoh : kursi.

 

Konotatif adalah makna kias, bukan makna sesungguhnya.  Memiliki makna subjektif dan digunakan dalam situasi yang tidak formal.

Contoh : memenuhi persyaratan, memanjatkan.

 

Sinonimi dan antonimi;

sinonim adalah kata yang sejenis dan memiliki arti yang sama.

Contoh : hamil dan bunting.

 

Antonym adalah kata yang memiliki makna yang berbeda atau bertolak belakang.

Contoh : panas dan dingin.

 

Peranti kata bernilai rasa;

contoh antara kata perempuan dan wanita, nilai rasa untuk kata ‘perempuan’ tidak ada.

 

Peranti kata konkret dan abstrak;

kata konkret adalah kata yang menunjuk pada objek yang dapat dirasakan, diraba, dipilih, didengar, atau dicium.

Contoh : kursi.

 

Kata abstrak adalah kata yang menunjuk pada konsep atau gagasan yang cenderung rumit karena penafsirannya tidak menggunakan indera manusia.

Contoh : kebodohan, kemiskinan

 

Peranti keumuman dan kekhususan kata;

kata umum adalah kata yang perlu dijabarkan lebih lanjut dengan menggunakan kata yang bersifat khusus untuk mendapatkan perincian yang lebih baik yang biasanya digunakan untuk argumentasi atau persuasi.

Contoh : banyak korban, para pengunjung.

Kata khusus adalah kata yang digunakan dalam konteks terbatas dalam kepentingan kepentingan yang perlu dirincikan, ketepatan, dan keakuratan konsep.

Contoh : ada 10 korban.

 

Peranti kelugasan kata;

kata lugas adalah kata yang to do point, tegas, lurus dan apa adanya.

 

Peranti penyempitan dan perluasan makna kata;

penyempitan kata adalah menspesifikasikan kata tersebut.

Contoh : dulu kata pendeta digunakan untuk menyebut orang orang yang berilmu tetapi sekarang menjadi sebutan untuk guru agama Kristen.

 

Perluasan makna kata adalah generalisasi kata akibat dari dinamika bahasa.

Contoh : kata bapak, dulu digunakan untuk menyebut ayah, tetapi sekarang di perluas penggunaannya untuk menyebut laki laki yang lebih tua.

 

Peranti keaktifan dan kepasifan kata;

kata aktif adalah kata yang berawalan me-, ber-.

Sedangkan kata pasif adalah kata yang berawalan di-.

Imbuhan me-, memiliki arti transitif jika memiliki objek penderita, dan berarti intransitive jika tidak memiliki objek penderita.

 

Peranti ameliorasi dan peyorasi;

ameliorasi adalah proses perubahan makna dari yang lama ke yang baru, ketika bentuk yang baru dianggap dan dirasakan lebih tinggi dan lebih tepat nilai rasa serta konotasinya dibandingkan dengan yang lama.

Sedangkan peyorasi adalah proses perubahan makna dari yang baru ke yang lama, ketika bentuk yang lama dianggap dan dirasakan lebih tinggi dan lebih tepat nilai rasa serta konotasinya dibandingkan dengan yang baru.

 

Glosarium

Diksi = pemilihan kata; pilihan kata; bagaimana kata dipilih untuk digunakan

Peranti = alat; perangkat; apparatus

Denotasi = makna sesungguhnya; makna apa adanya

Konotasi = makna yang tidak sesungguhnya

Dual = bersifat kembar; bersifat dua

Gradual = bersifat bertahap; bersifat bertingkat

Abstrak = tidak jelas; tidak konkret

Biyung = sebutan ibu dimasa lalu

Inovatif = bersifat menemukan

Generative = bersifat membangkitkan

Ameliorasi= perubahan makna dari yang lama ke baru

Peyorasi = perubahan makna dari yang baru kembali ke yang lama

Bentuk senyawa = sebutan lain untuk bentuk idiomatic; bentuk ungkapan

Prevoir = penanda; pemberi tanda-tanda

Mirror = cermin (social)

Dinamika bahasa = gerak, geliat, ragam bahasa

Martabat bahasa = harga diri, harkat bahasa

Involutif = bergerak kebelakang; tidak progesif

Bahasa patois = bahasa yang tidak berkembang; bahasa yang tidak terawatt

Afiksasi = pengimbuhan kata; proses morfologis tertentu untuk membentuk kata.

Afiks/ affix adalah imbuhan atau bubuhan.

Jenis jenis afiks adalah

  1. prefix/ awalan, cth :  me-, ber-, di-, ke-….
  2. Infiks/sisipan, cth :  -er-,-em-,-el-…
  3. sufiks/akhiran, cth :  -an, -I,-kan,-nya,…
  4. konfiks/simulfiks/ gabungan; cth :  -empu-

 

Laras = ragam bahasa

Arbitrer = bersifat semena mena; semaunya; tidak ada dasar konvensi

Cognates = kata berkerabat; kata yang memiliki sumber proto bahasa yang sama

Heuristic = berkenaan dengan pencarian ilmu pengetahuan

Regulative = bersifat mengatur

Identitas = jati diri

Elaborated codes = kode kode kebahasaan yang lengkap; tidak ada penggal-penggalan

Restricted codes = kode kode kebahasaan yang tidak lengkap; ditandai penggal-penggalan

Eksplisit = bersifat terbuka dan nyata; tidak samar samar tertutupi

Implisit = bersifat implikatif; bersifat samar samar dan harus di interprestasi

Kaidah kaidah bahasa = aturan aturan kebahasaan

Ekonomi kata = menyingkat kata

Unifying vole = fungsi menyatukan; bahasa nasional memiliki fungsi menyatukan

 

4 thoughts on “PERANTI PERANTI DIKSI

Leave a Reply for Novia

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s