Teori Tradisional Etika Bisnis


Teori – teori tradisional etika bisnis

  1. Teori – teori etika bisnis dibagi atas 2 kategori, yaitu Teleology dan Deontology, perbedaan keduanya adalah
    1. Teleology teori berpendapat bahwa yang menentukan apakah tindakan atau keputusan bisnis tersebut tidak melanggar etika apabila tujuan atau akibat keputusan tersebut adalah baik.
    2. Deontology teori adalah suatu tindakan atau keputusan bisnis adalah baik kepada proses pengambilan keputusan adalah baik dan merupakan kewajiban.
    3. Teleological ethical system
      1. Teleology berpendapat bahwa moralitas adalah sebuah keputusan bisnis yang di tentukan dengan mengukur hasil atau akibat yang dihasilkan oleh keputusan tersebut atau sangat ditentukan oleh tujuan keputusan tersebut sesuai dengan artinya, teleo (tujuan – yunani).
      2. Apakah yang dimaksudkan dengan tujuan yang baik? ; ialah tujuan yang mencari greatest good (kebaikan terbesar), greatest number (jumlah terbanyak), greatest utility (kegunaan terbesar), greatest happiness (kebahagiaan terbesar).
      3. Teleology melahirkan pula “aliran baru” dalam etika bisnis yang disebut UTILITARISME berasal dari kata utility (berguna/ bermanfaat).
        2 paham manajemen produksi yang mendukung pandangan teleology dan utilitaris adalah JEREMY BENTH (1748-1832) dan JOHN STUART MILL (1806-1873); mereka berpendapat bahwa tujuan akhir dari etika bisnis agar manfaat bisnis harus berguna bagi banyak orang, oleh sebab itu mereka mendukung aliran UTILITARISME.
      4. Teori ekonomi dan produktivitas mengatakan segala-galanya harus efisien, efektif dan berdaya guna. Rugi sekecil-kecilnya dan untung sebesar-besarnya. Cost harus sangat rendah agar memperoleh laba benefit (manfaat yang besar). Debet harus lebih besar dari kredit.
      5. Oleh sebab itu, utilitaris sangat memperhitungkan manfaat sebuah keputusan bisnis. Misalnya ; untuk dapat mengekspor kelapa sawit yang sangat menguntungkan Negara dalam hal devisa, maka kebun kelapa sawit harus diperluas, maka hutan yang ada lebih baik dijadikan? Apakah anda setuju?.

        Aliran utilitaris juga melahirkan “aliran baru” dalam pengambilan keputusan bisnis, yaitu “aliran konsekuensialisme” atau aliran yang hanya mempertimbangakan manfaat komersialisasi dari bisnis (akibat menguntungkan saja, efek lain tidak diperhitungkan).

Keberatan terhadap utilitaris ialah

  1. Hanya menilai unsur manfaat padahal bisa terjadi dibalik manfaat ada pelanggaran unsure etika yang sangat mendasar, yakni keadilan dan hak perorangan.
  2. Aliran ini mendorong ke liberalisme ekonomi ekstrim lewat persaingan yang tidak seimbang yang menimbulkan kartel ataupun monopoli dalam bisnis.

Posted from WordPress for BlackBerry Novia.

Leave a Reply for Novia

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s