Ekonomi & Keadilan


Membahas tentang etika bisnis maka kita pasti akan membahas tentang keadilan. Karena keadilan adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam etika atau moral.

Membahas tentang ekonomi dan bisnis maka kita pasti akan membahas tentang keadilan karena ilmu ekonomi adalah studi tentang cara bagaimana mengatur masyarakat agar menggunakan sumber daya alam, manusia, dll.

Berbicara tentang ekonomi dan bisnis tidak hanya soal perasaan atau sikap batin, tetapi menyangkut kepentingan sangat mendasar tentang kehidupan bersama manusia, yaitu menyangkut kebetuhan hidup (sandang, pangan, papan) manusia yang sangat dibutuhkan.

Ekonomi dan keadilan bersumber pada masalah bahwa kebutuhan manusia sangat kompleks dan berbeda, yakni keterbatasan sumber daya (alam, manusia), perbedaan kultur, geografis, dan persoalan distribusi atau pembagian.

Kebutuhan sangat ditentukan oleh permasalahan tentang hak siapa yang menentukan harga? , berapa banyak barang yang ada (supply) dan berapa yang membutuhkan (demand), dan berapa banyak yang boleh dimiliki agar orang lain juga mendapatkan barang tersebut pada waktu dibutuhkan.
Disinilah etika perlu berhadapan dengan nilai ekonomis yang sangat berpengaruh secara psikologis.

Masalah distribusi pembagian berhadapan dengan kultur dan pendidikan yang berbeda beda. Juga masalah kebutuhan dan memenuhi kebutuhan sangat kompleks maka kesejahteraan dan rasa keadilan sangat berkaitan satu sama lain.
Apakah artinya kesejahteraan?
Untuk siapa keadilan ekonomis?

Hakekat Keadilan

Definisi
Keadilan adalah “to give everybody his/her own right” atau dalam bahasa latin “Tribuere Cuique Suum“. (Harus memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya).

dengan demikian definisi ini mempunyai 3 ciri khas utama tindakan yang adil:
1. Other direction ; selalu tertuju kepada orang lain dalam konteks antar manusia. Manusia dan manusia, hak dengan hak.
2. Keadilan pada dasarnya harus :
Ditegakkan dimana saja, kapan saja ; wajib dilaksanakan ; mengikat antar subjek Dengan subjek bukan subjek dengan objek( penderita atau korban) ; setiap hak akan berhadapan dengan hak orang lain, jika ada perbedaan harus ada alasan normatif atau moralnya yang membuktikan perbedaab itu ; dalam mitologi yunani, keadilan dilukiskan sebagai seorang Dewi yang bernama Dewi Iustitia (justice) yang sedang memegang timbangan yang seimbang pada tangan kanannya.
3. Keadilan menuntut persamaan cara pandang (equal), Dewi Iustitia diganbarkan dengan “mata tertutup” artinya jangan ada perbedaan didepan hukum atau aturan, atau norma moral.

Keadilan harus bebas atau independen dari pengaruh apapun atau netral dan setiap orang punya hak berhadapan dengan hak orang lain.

Posted from WordPress for BlackBerry Novia.

Posted from WordPress for BlackBerry Novia.

Leave a Reply for Novia

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s