MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA


Daftar pustaka adalah bagian akhir dari suatu karya tulis yang menyajikan sumber-sumber penulisan karya tulis tersebut. Dalam daftar pustaka ini akan diterangkan darimana seseorang mendapat bahan untuk melengkapi materi karya tulisnya.
Daftar pustaka sebaiknya ditulis dengan detail dan terperinci agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan di kemudian hari.
Berikut ini adalah cara membuat daftar pustaka makalah.
1. Tulis nama akhir penulis buku, inisial nama depan jika sumber makalah di dapat dari buku.
2. Tulis tahun penerbitan buku tersebut.
3. Tulis judul buku yang menjadi sumber materi diambil, nomor buku
4. Tulis nama penerbit buku tersebut dan nama kota penerbit
5. Tulis halaman buku

Aturan penulisan nama pengarang ini (walaupun kadang kurang relevan) adalah nama belakang penulis ditulis didepan nama depan yang kemudian dipisahkan dengan tanda koma.
Contoh nama pengarang Slamet Raharjo ditulis:
Raharjo, Slamet
Nama pengarang Bagoes Rupamu ditulis:
Rupamu, Bagoes

asumsinya bahwa penulisan ini karena meniru gaya penulisan daftar pustaka ala eropa. Di negri “Walanda”, nama belakang adalah nama yang menunjukkan nama keluarga yang biasanya digunakan untuk menghormati atau memanggil orang yang belum akrab. Sedangkan nama depan digunakan untuk orang orang yang sudah sangat akrab misalnya adik kepada kakak dan sebaliknya.

aturan penulisan nama pengarang ini “kurang relefan”? Karena jumlah orang yang menggunakan nama keluarga sebagai nama belakang tidak sebanyak jumlah orang yang tidak menggunakan nama belakang sebagai nama keluarga di Indonesia.

Bagian kedua adalah tahun penerbitan karya tulis. Ini tidak perlu diterangkan lebih lanjut. Semua orang juga tahu kalau ditanya “tahun berapa sekarang?” pasti menulis seperti ini:
2010 (angka)
bukan seperti ini:
dua ribu sepuluh (huruf)

Bagian ketiga adalah judul karya tulis. Judul karya tulis ini ditulis miring/italic. . menulis judul karya tulis dalam daftar pustaka ini dengan digaris bawahi. Kenapa harus digaris bawahi? karena pada waktu itu komputer masih belum se-umum mesin ketik. Dan seperti yang kita ketahui mesin ketik tidak bisa digunakan untuk menulis miring/ italic. Apalagi kalau pas lagi ujian (yang tentunya peserta ujian hanya menggunakan tulisan tangan). Tentunya akan sulit dibedakan mana tulisan yang italic atau yang bukan. Terutama bagi para siswa yang tulisan tangannya memang italic secara default.

Bagian keempat dan kelima adalah nama kota dan nama penerbit. Tidak ada yang aturan spesial di sini. Selain penulisan kedua nama ini dipisahkan dengan tanda titik dua.
Ingat titik dua itu seperti ini ( : )
Bukan seperti ini ..

Aturan tambahan yang perlu diingat adalah kesemua “entry” atau “masukan” diatas dipisahkan dengan tanda titik, kecuali nama kota dan penerbit seperti yang disebutkan diatas. Jadi jika ditulis, contoh daftar pustaka berdasarkan sistematika diatas menjadi semacam ini:
Rahajo, Slamet. 2010. Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Baik dan Benar. Makassar: Pustaka Senang Bahagia.

Leave a Reply for Novia

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s