Teori Konsumsi dan Teori Investasi


Pemikiran terhadap Teori konsumsi diperkenalkan oleh John Maynard Keynes sesudah terjadinya Depresi Ekonomi tahun 1929-1930 melalui bukunya yang berjudul ” The General Theory of Employment, Interest and Money”.  Pemikiran Keynes tentang teori konsumsi kemudian  dilanjutkan dan dikembangkan oleh  Simon Kuznets,  James Duesenberry , Milton Friedman, dan  Franco Modigliani.

TEORI KONSUMSI KEYNES – ABSOLUT INCOME HYPOTHESIS

Menururt Keynes, pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh sektor rumah tangga dalam perekonomian tergantung dari besarnya pendapatan. Perbandingan antara besarnya konsumsi dengan jumlah pendapatan disebut kecondongan mengkonsumsi (MPC = Marginal Propensity to Consume). Semakin besar MPC semakin besar pula pendapatan yang digunakan untuk kegiatan konsumsi dan sebaliknya.

Pada kondisi negara yang MPC-nya rendah, maka akan menyebabkan selisih antara produksi nasional (dengan asumsi full employment) dengan tingkat konsumsi (penggunaan produk) menjadi semakin besar. Agar mencapai penggunaan tenaga kerja penuh, para pengusaha perlu melakukan investasi sebesar selisih antara tingkat konsumsi dan produksi tersebut. Jika besarnya investasi tidak mencapai jumlah tersebut, maka akan terjadi pengangguran. Karena kondisi tersebut dalam kondisi nyata tidak selalu tercapai, maka pengangguran akan selalu ada. Fungsi konsumsi Keynes adalah fungsi konsumsi jangka pendek. 

Fungsi konsumsi Keynes dapat dijelaskan sebagai berikut

  1. Fungsi Konsumsi Keynes :  C=Co +cYd

Dimana:

  • Co > 0. à Co adalah Konsumsi subsidi (The Otonom Consumption)   yaitu sejumlah konsumsi yang diterima oleh konsumen apabila pendapatan mereka tidak ada, atau  Y = 0.
  • Yd = Pendapatan Disposable atau pendapatan yang siap dikonsumsi
    Yd = Y – Tx + Tr
  • Tx  adalah Pajak dan Tr  adalah  Subsidi atau transfer
  1. Rata-rata konsumsi ( APC = Average Propensity to Consume) adalah ratio antara jumlah konsumsi terhadap pendapatan, APC=C/Y.
  2. Kecenderungan tambahan mengkonsumsi (MPC = c = DC/DY =Marginal Propensity to Consume) adalah sejumlah perubahan konsumsi sebagai akibat dari berubahnya tingkat pendapatan.
  3. Rata-rata kecenderungan mengkonsumsi   adalah lebih besar dari pada kecenderungan mengkonsumsi marjinal atau APC > MPC
  4. APC tidak boleh konstan jika C0  adalah tidak nol. Jika Co = 0 maka fungsi konsumsi akan mengurangi  ”absolut income hypothesis ” dimana  konsumsi sebanding dengan pendapatan. Dan hal ini tidak konsisten dengan Keynes.

 

TEORI KONSUMSI JANGKA PANJANG –  SIMON KUZNETS

Apabila Keynes hanya mengeluarkan fungsi konsumsi jangka pendek saja, Simon Kuznets menemukan fungsi konsumsi jangka panjang yaitu C = MPC*Y.

Menurut Kuznets, tidak ada perubahan yang signifikan terhadap proporsi tabungan terhadap pendapatan ketika pendapatan semakin meningkat, sehingga dalam jangka panjang, fungsi konsumsi berbentuk stabil.

Asumsi dasar Studi Kuznets

  • Pajak perorangan dan pembayaran transfer adalah kecil (dalam periode ini)
  • Oleh karena itu adalah masuk akal jika menggunakan pendapatan total (GNP) sebagai proxy untuk pendapatan disposal (Yd)
  • Jika  terdapat hubungan antara konsumsi dan pendapatan disposable, maka juga harus ada hubungan antara konsumsi dan GNP

 

JAMES DUESSENBERRY – THE RELATIVE INCOME HYPOTHESIS

James Stemble Duesenberry (18 Juli 1918 – 5 Oktober 2009)  adalah seorang ekonom Amerika  yang membuat sumbangan penting bagi analisis pendapatan dan kesempatan kerja  Keynesian, dengan bukunya yang diterbitkan pada tahun 1949  yang  berjudul  “ Income, Saving, and Consumers Behavior Theory “. Namun Duessenbery menolak dua asumsi dasar yang telah dikemukakan Simon Kuznets yaitu:

  • Setiap konsumsi keluarga merupakan keinginan sendiri, bukan akibat pengaruh dari lingkungannya.
  • Konsumsi dipengaruhi oleh pendapatan tahun itu, dan tidak dipengaruhi  pendapatan tahun sebelumnya.

James Desenbery mengemukakan pendapatnya bahwa apabila pendapatan berkurang, konsumen tidak akan banyak mengurangi pengeluarannya untuk konsumsi. Untuk mempertahankan tingkat konsumsi yang tinggi ini, mereka terpaksa mengurangi saving.

faktor–faktor yang berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi  adalah :

  1. Distribusi pendapatan nasional.
  2. Banyaknya kekayaan masyarakat dalam bentuk alat- alat liquit.
  3. Banyaknya barang–barang konsumsi tahan lama dalam masyarakat

 

Dari hasil penelitiannya, dengan mengumpulkan data konsumsi dan pendapatan disposable, fungsi konsumsi yang dibentuk oleh Duessenbery adalah sebagai berikut :

Ct =  (Co – cYo) Yt

Yt =   Pendapatan disposable selama tahun t

Yo = Pendapatan paling tinggi yang pernah diperoleh satu tahun sebelumnya.

Dari hasil penelitiannya, Duessenbery membuat kesimpulan:

1.  Konsumsi seseorang akan tergantung dari penghasilan saat ini dan penghasilan tertinggi tahun sebelumnya. (Ratchet Effect)

2.   Perilaku konsumsi seseorang akan tergantung pula dengan perilaku konsumsi lingkungannya (Demonstration Effect)

MILTON FRIEDMAN  – PERMANENT INCOME HYPOTESIS

Milton Friedman adalah seorang ekonom yang sangat berpengaruh pada abad ke-20, dalam menyebarluaskan gagasan pasar bebasnya Adam Smith.  Karya terkenalnya muncul ditahun 1957 dengan judul, A Theory of the Consumption Function, Friedman menunjukkan  bahwa konsumsi tahunan masyarakat adalah sebuah fungsi untuk menunjukkan tingkat pendapatan yang diinginkan. Teori konsumsi Firedman ini kemudian dikenal sebagai  Permanent Income Hypothesis  .

Teori Permanen Income Hypothesis menjelaskan tentang perilaku konsumen yang ingin memperoleh kepuasan  maksimum dengan mengkonsumsi barang sesuai anggarannya. Kepuasan maksimum akan tercapai saat kemiringan kurva indiferent atau slope indifferent  curve sama dengan budget line

Tiga aspek pemikiran Friedman adalah:

1.  Studi tentang fungsi konsumsi

2. Argumennya tentang kesulitan dan permasalahan dalam penerapan kebijakan stabilitas

3. Konstribusinya pada teori dan sejarah moneter

  •    Berlawanan dengan penekanan kebijakan fiskal yang dilakukan oleh ahli ekonomi Keynesian, Friedman menyatakan bahwa uang dan kebijakan moneter berperan penting dalam menentukan aktifitas ekonomi. Argumennya tentang pentingnya arti uang berasal dari teori uang kuantitatif (MV=PQ), yang berarti bahwa jumlah uang dalam perekonomian (M) dikalikan jumlah waktu yang digunakan tiap dolar dalam satu tahun untuk membeli barang (V) harus sama dengan output ekonomi yang terjual tahun itu (PQ).
  •    Friedman mengakui bahwa daripada membeli barang orang-orang lebih suka memegang uang karena alasan lain yaitu karena keamanan atau karena mereka berpikir bahwa harga persedian dan harga aset-aset yang lain mungkin akan turun. Namun studi empiris yang dilakukan Friedman menemukan bahwa faktor-faktor ekonomi ini hanya berdampak kecil pada kecepatan dan dampaknya ini cenderung menurun dari waktu ke waktu. Karena kecepatan uang relative stabil, maka jumlah uanglah yang terutama berdampak pada tingkat aktivitas ekonomi.
  •    Friedman menyatakan bahwa kapitalisme adalah sistem ekonomi terbaik karena mempromosikan kebebasan politik, dan karena pasar dapat membantu mengimbangi kekuatan politik.
  • Dengan kata lain, hipotesis Friedman ini menjelaskan bahwa konsumsi pada saat ini tidak tergantung pada pendapatan saat ini tetapi lebih pada Expected Normal Income (rata-rata pendapatan normal) yang disebut sebagai permanent income. Fungsi konsumsinya adalah sebagai berikut:

v  C = f (YP, i)

v  YP = permanent income

v  i = real interest rate. Jadi apabila pendapatan konsumen itu tidak stabil, seperti pada gambar di atas, maka selalu terjadi proses saving dan dissaving. Dalam jangka panjang, real interest rate dianggap stabil, sehingga fungsi konsumen menjadi persentase dari permanent income.

 

FRANCO MODIGLIANI  – LIFE CYCLE HYPOTHESIS

Pendekatan ini dikemukakan oleh Albert Ando, Richard Brumberg dan Franco Modigliani. Mereka berpendapat bahwa pendapatan relatif lebih rendah pada usia muda dan usia lanjut. Dengan pola konsumsi manusia seperti huruf C, maka akan terjadi dissaving (mengurangi tabungan) ketika usia muda dan usia lanjut. Sedangkan pada usia produksi, terjadi peningkatan saving. Namun mereka berpendapat bahwa dalam jangka panjang rata-rata tabungan (expected saving) E(S) = 0.

Pencetus dari siklus-hidup hipotesis (life cycle hypothesis)  ini ,mencoba untuk menjelaskan tingkat tabungan dalam perekonomian. Modigliani menyatakan  bahwa konsumen akan menstabilkan  tingkat konsumsi sepanjang masa hidupnya, misalnya dengan menabung selama masa kerja  dan mengeluarkannya  pada  masa pensiun.

Menurut Modigliani, konsumsi seseorang dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu:

  1. pendapatan saat ini
  2. Kekayaan yang terakumulasi (akibat tabungan masa lalu) dan
  3. Harapan penghasilan di masa depan.

 

Jika pendapatan pada masa yang akan datang semakin tinggi (usia muda ke usia produktif) maka orang itu akan meningkatkan konsumsinya, dan akan mengurangi konsumsinya pada saat penghasilannya mulai menurun (usia produktif ke usia lanjut). Hal sama terjadi pada orang yang memiliki kekayaan yang banyak (akumulasi tabungan, warisan, dan lain-lain), akan mengkonsumsi lebih banyak dibandingkan orang yang tidak memiliki kekayaan, sehingga terlihat pada saat usia lanjut konsumsi masih tetap tinggi, karena adanya akumalasi kekayaan yang dikumpulkan saat masih produktif (konsumsi > saving).

Modigliani life cycle hypoyhesis  menyatakan bahwa manusia akan merencanakan konsumsi dan tabungannya untuk selama hidupnya dan akan mengalokasikannya secara optimal. Asumsinya :

  1. Konsumen akan pensiun pada umur R dan meninggal pada usia T
  2. Ia akan bekerja dari t = 0, dan memperoleh pendapatan sebesar Y
  3. Besarnya konsumsi selama hidupnya adalah C1 = C2 = ……..CT, berarti tingkat bunga adalah nol.
  4. Tidak ada ketidak pastian tentang  Y, T dan R dimasa datang
  5. Tidak ada kekayaan pada awalnya.

Keputusan untuk mengkonsumsi berdasarkan pada :

  • Pendapatan yang diperoleh selama hidupnya = R.Y
  • Tingkat konsumsi selama hidupnya = C.T
  • Sehingga :  C.T = R.Y
  • Kekayaan awal = W
  • T-t adalah sisa hidup –à t = waktu
  • R-t adalah masa pensiun
  • Sehingga : C ( T-t) = W + ( R-t).Y atau
  • Fungsi konsumsi ini dapat digunakan untuk menjelaskan teori konsumsi Kuznets yaitu :
  • Dalam jangka pendek : Perubahan Y tidak mempengaruhi W, dan peningkatan  Y akan menurunkan APC
  • Dalam jangka panjang : Kenaikan Y akan menaikkan W, tetapi APC tidak berubah  (dalam jangka panjang) dengan adanya perubahan Y

Implikasi dari model Life Cycle Hypothesis ini adalah :

  1. Manusia akan menabung selama hidupnya ( orang muda akan menabung lebih banyak)
  2. Tabungan agregat tergantung pada trend demografi
  3. Secara keseluruhan,  apabila pertumbuhan penduduk adalahn tetap, maka tabungan juga tetap (konstan), perttumbuhan populasi akan meningkatkan tabungan.
  4. Kenaikan pajak dan asuransi pensiun  akan menurunkan tingkat tabungan.

 

TEORI INVESTASI

Investasi adalah menempatkan uang menjadi sesuatu dengan harapan laba dan komitmen dari uang atau modal untuk pembelian instrumen keuangan atau aset lainnya untuk mendapatkan kembali menguntungkan dalam bentuk bunga, dividen, atau apresiasi dari nilai instrument.

Investment in Macroeconomic; investasi adalah jumlah yang dibeli per waktu unit barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi masa depan. 

Dalam ukuran pendapatan nasional dan output, investasi bruto (diwakili oleh variabel I) juga merupakan komponen dari produk domestik bruto (PDB), yang diberikan dalam rumus PDB = C + I + G + NX, di mana C adalah konsumsi,  G pengeluaran pemerintah, dan NX adalah net ekspor. Jadi investasi adalah segala sesuatu yang tersisa dari total pengeluaran setelah konsumsi, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor dikurangi (yaitu I = GDP – C – G – NX). Investasi bersih memotong depresiasi dari investasi bruto. investasi tetap bersih adalah nilai kenaikan bersih saham modal per tahun.

investasi tetap, sebagai pengeluaran selama periode waktu (“per tahun”), tidak modal . Dimensi waktu investasi membuat sebuah aliran .Sebaliknya, modal adalah saham – yaitu, akumulasi investasi bersih ke titik waktu (seperti 31 Desember).

Investasi sering dimodelkan sebagai fungsi dan Pendapatan bunga, dilihat dengan kaitannya I = f (Y, r). Peningkatan pendapatan mendorong investasi yang lebih tinggi, sedangkan tingkat bunga yang lebih tinggi dapat menghambat investasi karena menjadi lebih mahal untuk meminjam uang. Bahkan jika suatu perusahaan memilih untuk menggunakan dana sendiri dalam investasi, tingkat bunga merupakan biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan bahwa jumlah uang untuk kepentingan.

The Time Value of Money adalah nilai uang menyertakan jumlah yang diberikan bunga yang diperoleh atas jumlah waktu tertentu. Semua perhitungan standar untuk nilai waktu dari uang yang berasal dari ekspresi aljabar yang paling dasar untuk nilai sekarang dari sejumlah masa depan, ” diskon “untuk saat ini dengan jumlah yang sama dengan nilai waktu dari uang. Misalnya, jumlah FV yang akan diterima dalam satu tahun adalah potongan (pada tingkat r bunga) untuk memberikan jumlah PV saat ini: PV = FV – r · PV = FV / (1 ​​+ r).  Beberapa perhitungan standar berdasarkan nilai waktu dari uang adalah: Nilai sekarang( Present Value) yang layak saat masa depan sejumlah uang atau aliran arus kas diberi tingkat tertentu kembali. arus kas masa depan didiskontokan dengan tingkat diskonto, dan semakin tinggi tingkat diskonto, semakin rendah nilai sekarang dari arus kas masa depan.Menentukan tingkat diskonto yang tepat adalah kunci untuk benar menilai arus kas masa depan, apakah mereka akan pendapatan atau kewajiban.

Suatu investasi dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila nilai sekarang pendapatan di masa depan lebih besar daripada nilai sekarang dari modal yang diinvestasikan. Nilai sekarang dapat ditentukan dengan rumus:

Dimana :

V = Nilai sekarang                                r = Tingkat diskonto

t = Lamanya investasi                         x = Keuntungan yang diharapkan

 

Nilai Masa Depan adalah nilai aset atau kas pada tanggal yang ditentukan di masa depan yang setara dalam nilai jumlah yang ditetapkan hari ini. Nilai Investasi di masa datang dapat dirumuskan sebagai berikut:

Dimana:

A = Investasi awal

F = Nilai yang akan datang yang diharapkan

t = waktu

r = Pengembalian yang diharapkan

Investasi Criteria

Keputusan investasi merupakan keputusan rasional karena keputusan berdasarkan pertimbangan rasional. Dalam praktik, digunakan beberapa kriteria- kriteria tertentu untuk memutuskan diterimanya atau ditolaknya rencana investasi.

Minimal ada empat criteria investasi yang digunakan dalam praktiknya, yaitu sebagai berikut :

a. Payback Period; adalah waktu yang dibutuhkan agar investasi yang direncanakan dapat dikembalikan, atau waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas. Jika waktu yang dibutuhkan makin pendek, proposal investasi dianggap makin baik.

b. Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio); mengukur mana yang lebih besar, biaya yang dikeluarkan dibanding hasil (output) yang diperoleh. Biaya yang dikeluarkan dinotasikan dengan C (cost). Output yang dihasilkan dinotasikan dengan B (benefit). Keputusan menerima atau menolak proposal investasi dapat dilakukan dengan melihat nilai B/C. Umumnya, proposal investasi baru diterima jika B/C > 1, sebab berarti output yang dihasilkan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

c. Net Present Value (NPV); Perhitungan nilai sekarang didiskontokan. Keuntungan dari menggunakan metode diskonto adalah kita dapat langsung menghitung selisih nilai sekarang dari biaya total dengan penerimaan total bersih. Selisih inilah yang disebut net present value. Suatu proposal investasi akan diterima jika NPV > 0, sebab nilai sekarang dari penerimaan total lebih besar daripada nilai sekarang dari biaya total.

d. Internal Rate of Return (IRR); adalah nilai tingkat pengembalian investasi, dihitung pada saat NPV sama dengan nol. Keputusan menerima/menolak rencana investasi dilakukan berdasarkan hasil perbandingan IRR dengan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan (r).

 

Influence factors to Investment

Tingkat keuntungan yang diramalkan akan diperoleh Tingkat suku bunga, Perkiraan keadaan perekonomian, Perkembangan teknologi, Tingkat pendapatan nasional, Keuntungan yang diperoleh perusahaan

 

Investment And Economic Growth

Hubungan bilateral antara investasi dan pertumbuhan ekonomi: investasi yang memberikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan, di sisi lain, “sehat” pertumbuhan ekonomi dapat memberikan sumber daya yang diperlukan untuk membiayai investasi program baru. hubungan antara investasi saat ini dan pertumbuhan ekonomi di masa depan adalah model ekonomi. Mereka dapat digunakan untuk menentukan pembangunan ekonomi untuk volume investasi tertentu dan sebaliknya.

Leave a Reply for Novia

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s